Sabtu, 08 April 2017

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN AKUSISI BERTAHAP DAN DIVESTASI

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN
AKUSISI BERTAHAP DAN DIVESTASI





OLEH :

ZULFIKAR HUSAIN


UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS EKONOMI
2014

PENDAPATAN PRAAKUISISI
Kewajiban penyusunan laporan konsolidasi timbul sejak terjadi pengendalian entitas induk atas entitas anak. Hak entitas induk atas laba dan dividen entitas anak diperhitungkan sejak tanggal akuisisi. Misalkan akuisisi saham yang menimbulkan hak pengendalian berlaku efektif tanggl 1 april,sehingga pendapatan investasi untuk tahun berjalan adalah 9 bulan. Jadi,laba perusahaan induk atau laba konsolidasi dari sudut pandang perusahaan induk adalah:
Laba entitas induk + pendapatan investasi atas laba entitas anak untuk 9 bulan.
Laporan konsolidasi pada dasarnya juga dibuat atas periode 9 bulan laporan keuangan entitas anak. Jadi,laba konsolidasi versi kertas kerja adalah:
Laba entitas induk periode 1 tahun                                        xxx
Laba entitas anak untuk 9 bulan terakhir                                xxx
Laba kepentingan nonpengendali periode 9 bulan                 (xxx)
Laba konsolidasi tahun berjalan                                              xxx

            Perhitungan laba konsolidasi semacam itu menimbulkan masalah tersendiri karena laporan keuangan entitas anak disusun atas dasar satu  tahun, sebagaimana laporan keuangan individu induk. Entitas induk harus memilah laporan keuangan entitas anak untuk periode 9 bulan agar dapat dikonsolidasi dengan laporan keuangan induk. Hal ini sering kali sulit dilakukan dan memberikan pekerjaan tambahan yang hampir tidak mungkin dilakukan. Laporan konsolidasi lazimnya disusun dalam periode satu tahun atau 12 bulan karena salah satu atau seluruh perusahaan yang dikonsolidasikan telah ada dari awal tahun. Apabila akuisisi terjadi bukan awal tahun,laba konsolidasi dapat dihasilkan dari laporan konsolidasi berbasis satu tahun dengan cara sebagai berikut:


                        Laba entitas induk periode 12 tahun                          xxx
                        Laba entitas anak periode 12 bulan                                        xxx
                        Pendapatan pra akuisisi periode 3 bulan (1/1 -1/4)                 (xxx)
                        Laba kepentingan nonpengendalian periode 1 tahun             (xxx)
                        Laba konsolidasi tahun berjalan                                              xxx
pendapatan  pra akuisisi merupakan pendapatan yang seharusnya diperoleh entitas induk sebelum tangga akuisisi. Misalkan entitas induk mengakuisisi 90% saham entitas anak tanggal 1 april 2013. Laba entitas anak tahun 2013 sebesar Rp120 juta diperoleh merata sepanjang tahun.Laba entitas induk tahun 2013 adalah Rp200 juta.peraga 7-1 menyajikan perhitungan laba konsolidasi dasar 9 bulan dan dasar 1tahun.

PERAGA 7-1

Dasar 9 bulan
Dasar 1Tahun
Laba entitas induk periode 1 tahun
Laba entitas anak
Pendapatan pra akuisisi (3/12 x 90% x 120 juta)
Laba kepentingan non pengendali
Laba konsolidasi
Rp 200.000.000
90.000.000
-
(9.000.000)
Rp 281.000.000
Rp 200.000.000
120.000.000
(27.000.000)
(12.000.000)
Rp281.000.000

Perhitungan laba konsolidasi dengan cara tersebut memberikan hasil yang sama tetapi cara kedua lebih memungkinkan diterapkan. Pendapatan pra akuisisi diperlukan sebagai pengurangan laba konsolidasi jika kombinasi bisnis atau reakuisisi dilakukan bukan pada awal tahun

KOMBINASI BISNIS BERTAHAP
Adakalanya pihak pengakuisisi telah memeiliki kepentingan ekuitas sebelum pengendalian atas pihak yang diakuisisi terjadi. Misalkan PT India memiliki 45% kepentingan ekuitas PT Armenia.pada tanggal 5 januari 2012,PT India mengakuisisi kembali 10% kepentingan ekutitas PT Armenia yang memberikan PT India pengendalian atas PT Armenia. Hal inilah yang disebut sebagai kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap atau disebut juga akuisisi bertahap.
            PSAK 22 revisi 2010 mensyaratkan dilakukannya penilaian investasi kembali pada saat terjadinya kombinasi bisnis bertahap. Dalam hal ini pihak pengakuisisi mengukur kembali kepentingan ekutitas yang dimiliki sebelumnya atas pihak yang diakuisisi sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam laporan laba rugi.
Contoh:Pada tanggal 5 Januari 2012, PT India memiliki investasi senilai Rp4,36 miliar atas 40% saham biasa PT Armenia. Kekayaan PT Armenia pada tanggal tersebut adalah Rp11 Miliar atas 1 juta lembar saham. Selisih nilai investasi dan nilai buku yang dimiliki disebabkan oleh goodwill. Pada tanggal tersebut PT India mengakuisisi 15% lagi saham PT Armenia dengan harga Rp1,71 miliar.Selisih Investasi dengan nilai buku yang dimiliki sebesar Rp1,65 miliar (15% x Rp11 miliar) disebabkan oleh goodwill sebesar Rp60 juta. Atas akuisisi 15% ini,PT India mencatat peningkatan nilai Investasi sebesar harga akuisisi sebagai berikut:
            Investasi dalam saham PT Armenia     Rp 1.710 juta
                        Kas                                                                  Rp 1.710 juta
            Sesuai dengan ketentuan dalam PSAK 22 revisi 2010,kombinasi bisnis bertahap mensyaratkan nilai investasi yang telah ada,yakni sebesar 40%, dinilai berdasarkan nilai wajar dengan merujuk pada harga akuisisi tanggal 5 Januari 2012. Harga akuisisi bertahap sebesar Rp1,71 miliar merupakan harga wajar untuk 15% kepemilikan ekuitas PT Armenia.Goowill yang timbul dari akuisisi tanggal 5 Januari 2012 atas P Armenia sebesar Rp60 juta merupakan goodwill atas 15% kepemilikan ekuitas PT Armenia,sehingga total goodwill harus dikalkulasi kembali untuk harga akuisisi atas 100% ekuitas PT Armenia.Harga akuisisi 100% ekuitas  PT Armenia adalah Rp1,71 miliar / 15% atau Rp11,4 miliar.Jadi, nilai total goodwill adalah Rp400 juta yakni selisih harga akuisisi atas dasar 100% kepemilikan dengan total nilai/ buku kekayaan PT Armenia.
            Cara lain adalah dengan membagi goodwill yang timbul dari akuisisi bertahap pada tanggal 5 januari 2012 dengan 15% kepemilikan (Rp60 juta /15% =Rp400 juta). Karena kepemilikan 40% PT India sebelumnya atas ekuitas PT Armenia,maka nilai investasi atas kepemilikan 40% tersebut adalah 40% x Rp11,4 miliar = Rp4,56 miliar. Karena nilai investasi yang tercatat sebesar Rp 4,36 miliar,terdapat kenaikan nilai investasi sebesar Rp200 juta(Rp4,56 miliar – Rp4,36 miliar). PSAK 22 mensyaratkan kenaikan nilai investasi ini dicatat sebagai keuntungan dengan jurnal sebagai berikut:
Investasi                      Rp 200 juta
                        Keuntungan                            Rp 200 juta
            Jadi,total total nilai investasi setelah akuisisi bertahap adalah Rp6,27 miliar (RP4,56 miliar + Rp1,71 miliar). Jumlah ini juga sama dengan 55% dari total harga akuisisi,yakni Rp11,4 miliar yang telah dihitung sebelumnya.
            Dalam periode pelaporan sebelumnya,pihak pengakuisisimungkin telah mengakui perubahan nilai atas kepentingan ekuitasnya pada pihak yang diakuisisi dalam pendapat komprehensif lainnya. Misalkan PT India mencatat 45% kepemilikan ekuitas atas PT Armenia dalam bentuk “Surat Berharga Tersedia Untuk Dijual”. Surat berharga klasifikasi tersedia untuk dijual berdasarkan PSAK 22,harus dinilai pada fair value (nilai wajar) di mana selisih antara harga perolehan dengan nilai wajar disajikan di sisi ekuitas sebagai pendapatan komprehensif lainnya.
            Misalkan dalam sisi ekuitas neraca PT India per 31/12/2011 terdapat pendapatan komprehensif lainnya sebesar Rp 50 juta atas penilaian investasi dalam 45% ekuitas PT Armenia, yang diklasifiksi sebagai akun tersedia untuk dijual. pada tanggal timbulnya pengendalian, PT India harus mereklasifikasi pendapatan komprehensif lainya sebesar Rp 50 juta tersebut menjadi keutungan dengan jurnal sebagai berikut :
Selisih penilaian – surat berharga tersedia untuk dijual          Rp 50 juta
                        Keuntungan                                                                Rp 50 juta
            PSAK 22 juga mengantur bahwa untuk setia kombinasi bisnis, pihak pengakuissisi mengukur kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi, baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali atas asit neto teridetifikasi pihak yang diakuisisi. Dalam kasus akuisisi bertahadp atas ekuitas PT Armenia, kekayaan kepentingan nonpengendali adalah 45% dari kekayaan yang dimiliki, yakni Rp 4,95 Miliar (45% x Rp 11 miliar) ditambah alokasi goodwill untuk kepetingan nonpengendalin sebesar Rp 180 juta (45% x Rp 400 juta), sehingga total kepentingan non pengendali dalah Rp 5,13 miliar
            Misalkan pada tahun 2012 PT Armeni mengumumkan laba sebesar Rp 600 juta dan terjadi penurunan nilai goodwill Rp 100 juta, sehingga pendapatan investasi PT India periode 2012 adalah sebagai berikut :


Laba dari entitas anak 55%                 Rp 330.000.000
Penurunan nilai goodwill 55%            ( 55.000.000)
Pendapat  investasi                             Rp 275.000.000

Karena itu, nilai investasi per 31/12/2012 adalah sebagai berikut :
Investasi 1/1/2012                               Rp 4.360.000.000
Penilai atas nilai wajar             200.000.000
Akuisisi 5/1/2012                                1.710.000.000
Pendapatan investasi                           275.000.000
Investasi 31/12/2012                           Rp 6.545.000.000
Sedangkan laba kepentingan nonpengendali adalah sebgai berikut:
            Laba PT Armenia 45%                                    Rp 270.000.000
            Penurunan nilai goodwill 45%                        (45.000.000)
            Laba kepentingan nonpengendali                   Rp 225.000.000
            Kertas kerja konsolidasi PT India dan PT Armenia untuk periode yang berakhir 31/12 2012 disajikan dalam peraga  7-2. Adapun jurnal eliminasi yang diperlukan dalam kertas kerja konsolidasi adalah sebagai berikut:
1.Eliminasi pendapatan dari entitas anak dan laba dibagi anak sebesar Rp275.000.000
Pendapatan dari PT Armenia                                    Rp275.000.000
       investasi dalam saham                                                 Rp275.000.000
2.Alokasi laba kepentingan nonpengendali
Laba kentingan nonpengendali                                 Rp225.000.000
          Kepentingan nonpengendali                                       Rp225.000.000

3.Eliminasi saldo awal
Modal saham                                                            Rp8.000.000.000
Laba ditahan                                                                   3.000.000.000
Goodwill                                                                            400.000.000
          Investasi dalam saham                                                Rp 6.270.000.000
          Kepentingan non pengendalian                                              5.130.000.000

4.Penurunan nilai goodwill
Beban operasi                                                              Rp 100.000.000
          Goodwill                                                                     Rp 100.000.000


Reakuisisi Tahun 2013        
            Misalkan pada tanggal 1 april 2013 PT India mengakuisisi kembali 15% saham PT Armenia dengan harga Rp1,8 miliar, sehingga pendapatan investasi PT India tahun 2013 mengalami perubahan, yakni 55% atas laba entitas anak dari 1 Januari hingga 1April, dan 70% dari periode April hingga Desember 2013. Misalkan dalam tahun 2013 PT Armenia mengumumkan laba sebesar Rp700 juta dan tidak ada penurunan  goodwill Selama periode Januari hingga akhir maret. Kekayaan PT Armenia per 1 April adalah sebagai berikut:
                        Kekayaan 1 Januari 2013                                Rp11.600.000.000
                        Laba periode januari-maret (3/12 x 700 juta)  175.000.000
                        Kekayaan 1 April 2013                                   Rp11.775.000.000
Perhitungan nilai investasi per 1 April 2013 adalah sebagai berikut:
                        Nilai investasi 1 Januari 2013                         Rp6.545.000.000
                        Pendapatan investasi (55% x 700 juta x 3/12)            96.250.000
                        Nilai buku investasi 1/4/2013                          Rp6.641.250.000
            Saldo investasi yang telah ada per 1 april atas 55% saham PT Armenia harus dinilai berdasarkan nilai wajar sesuai dengan PSAK 22 revisi 2010,dengan merujuk pada harga.







PERAGA 7-2
Kertas kerja konsolidasi
PT India dan Entitas Anak PT Armenia
31/12/2012
Keterangan (dalam ribuan                PT India     PT Armenia       Eliminasi                              Laporan
                                                                                                Debet     KreditKonsolidasi
Laporan  laba-rugi
penjualan                              Rp15.000.000      8.000.000                                              23.000.000
pendapatan  dari PT amerika                          275,000                                                  275,000
HPP                                            (6,000,000)       (3,750,000)                                           (9,750,000)
Laba kepentingan non pengendali                  225,000                                 (225,000)
Beban operasi                      (7,555,000)           (3,650,000)100,000                            (11,305,000)
Laba bersih                                       1,720,000      600,000                                                       1,720,000
Laba ditahan 1/1/2012      4,025,0003,000,000    3,000,000                     4,025,000
Laba ditahan 31/12/2012 5,745,000              3,600,000                                              5,745,000
Neraca
Kas                                                        810,000      500,000                                                       1,310,000
Piutang usaha                                  1,000,000  1,800,000                                                       2,800,000
Persediaan                            3,205,000              2,700,000                                                       5,905,000
Investasi saham PT Armenia            6,545,000                   275,000                            6,270,000
Goodwill                                                400,000                      100,000                                            300,000
Bagunan l                8,000,000           5,500,000                                                     13,500,000
Tanah                                    6,000,000              4,000,000                                              10,000,000
                Total Aktiva         25,560,00014,500,000                                       33,815,000




Utang usaha                                     1,555,000  500,000                                           2,055,000
Utang jangka panjang                   3,260,000  2,400,000                                                       5,660,000
Modal saham                                 15,000,000 8,000,000     8,000,000                             15,000,000
Laba ditahan                                   5,745,000  3,600,000                                                       5,745,000
Kepentingan nonpengendali                             225,000           5,355,000                    5,130,000
Total pasiva/kewajiban25,560,00014,500,00012,000,00012,000,00033,815,000

Akuisisi tanggal 1 April atas 15% saham PT Armenia.Harga akuisisi sebesar Rp1,8 miliar mencerminkan harga wajar investasi untuk 15% saham PT Armenia. Jadi,harga wajar atas 100% saham adalah Rp12 miliar. Karena PT India telah memiliki saldo investasi 55% maka harga wajar investasi tersebut adalah 55% x Rp12 miliar = Rp6,6 miliar. Dengan demikian,telah terjadi penurunan nilai investasi dari nilai buku sebesar Rp41,25 juta.
(Rp. 6.600.000.000 – Rp. 6.641.250.000).  Sesuai dengan ketentuan PSAK 22 revisi 2010, PT India harus mencatat penurunan nilai tersebut sebagai kerugian atas penilaian investasi sebagai berikut:

            Kerugian penurunan nilai investasi                 Rp.  41.250.000
                        Investasi                                                          Rp.   41.250.000

Perhitungan goodwill setelah ekuisisi ketiga menjadi sebagai berikut:

            Harga wajar investasi atas 100% saham                                   12.000.000.000
            Nilai buku yang dimilki atas 100% saham                   11.775.000.000
            Goodwill                                                                           225.000.000



Misalkan penurunan nilai godwill dari satu april hingga 31/12/2012 adalah Rp.  63.750.000 dan deviden diumumkan pada tanggal 31 desember 2013 sebesar Rp. 200 juta.  Pendapatan investasi dihitung sebagai berikut:

            Laba dari entitas anak 1 januari sd 1 april (55% x ¼ x 700 jt) 96.250.000
            Penurunan nilai goodwill 70% x 63.750.000                           (44.625.000)
            Pendapatan dari 1 april sd 31 desember (70%)                                    367.500.000
            Pendapatan investasi                                                                419.125.000                                                                                                               
Sementara itu, nilai investasi dalam saham PT.  Armenia menjadi sebagai berikut:

            Investasi 1/1/2013                                                                   6.545.000.000
            Penurunan nilai wajar investasi                                                              (41.250.000)
            Akuisisi bertahap15%                                                              1.800.000.000
            Pendapatan investasi                                                                   419.125.000
            Divedin (70% x 20 jt)                                                              (140.000.000)
            Investasi  31/12/2013                                                              8.582.875.000


Atau jika dihitung sejak tanggal 1 April 2013 :

            Investasi 1/4/2013 (berdasarkan nilai wajar)                 6.600.000.000
            Akuisisi bertahap15%                                                  1.800.000.000)
            Pendapatan investasi (367.500.000 – 44.625.000)          322.875.000
            ivedin (70% x 20 jt)                                                     (140.000.000)
            Investasi  31/12/2013                                                    8.582.875.000

Dalam penyusunan kertas kerja konsoidasi tahun 2013 muncul pendapatan pra akuisisi sebesar Rp. 26.250.000 (15x 3/12x70 jt), yang mengurangi laba konsolidasi karena akuisisi kembali selama tahun 2013 terjadi diantara tahun berjalan, yakni 1 april.  Kertas kerja konsolidasi PT. India dan PT.Armenia disajikan dalam kertas kerja pada peraga 7-3.  jurnal eliminasi dalam kertas kerja konsolidasi 2013 adalah sebagai berikut :
1.  Pendapatan  dari entitas anak dan deviden entitas anak
            Pendapatan dari PT.Armenia                          Rp. 419.125.000
                        Dividen                                                           Rp.140.000.000
                        Investasi dalam PT. Armenia                                279.125.000

2.  Alokasi laba kepentingan non pengendali
            Laba entitas anak                                             Rp. 210.000.000
            Penurunan nilai goodwill                                       (19.125.000)
            Laba kepentingan non pengendali                   Rp.  190.875.000

Laba kepentingan nonpengendali                               Rp.  190.875.000
            Deviden                                                                                  Rp.60.000.000
            Kepentingan nonpengendali                                                       130.875.000

3.  eliminasi saldo awal
            Modal saham                                                   Rp. 8.000.000.000
            Laba ditahan                                                          3.600.000.000
            Goodwil                                                                    225.000.000
            Pendapatan pra akuisisi                                               26.250.000
                        Investasi dalam PT. Armenia                                 Rp.8.303.750.000
                        Kepentingan nonpengendali                                       3.547.500.000

4.  penurunan nilai goodwill
            Beban operasi                                                  Rp.  63.750.000
                        Goodwil                                                                      Rp.63.750.000




DIVESTASI  (PELEPASAN SAHAM)
Divestasi menyebabkan berkurangnya hak entitas induk atas laba dan dividen entitas anak.  Nilai buku investasi dalam saham yang dijual harus dihitung pada tanggal penjualan.  Apabila harga jual lebih tinggi dari nilai investasi yang dijual, entitas induk mendapat laba enjualan, dan apabila sebaliknya terjadi kerugian penjualan.
Masih dalam kasus PT.India diatas, misalkan PT. India menjual (melepaskan) 14% saham PT.Armenia yang dimiliki, atau 0,2 nilai investasi PT. India atas saham PT. Armenia, dengan harga Rp. 1.750.000.000.  laba PT. Armenia tahun 2014 adalah Rp. 600 jt dan PT. Armenia mengumumkan dividen tanggal 1 desember 2014 senilai Rp. 200 juta.  Pada tahun 2014 terjadi penurunan nilai goodwill sebesar Rp. 61.250.000

Divestasi Diawal Tahun
Misalkan PT.India melepaskan investasinya efektif tanggal 1 januari 2014.  Nilai investasi pada tanggal tersebut adalah Rp. 8.582.875.000 atau merupakan nilai investasi per 31/12/2013 yang telah dijelaskan sebelumnya.  Penjualan 14% saham PT. Armenia yang dimiliki setara dengan 0,2 dari nilai investasi yang dimiliki atau Rp. 1.716.575.000 (0,2 x Rp. 8.582.875.000 ).  Pelepasan ada harga Rp. 1,75 miliar menghasilkan keuntungan Rp.  33.425.000.  pelepasan investasi tersebut menyebabkan kepemilikan PT. India atas saham PT. Armenia berkurang 14% atau menjadi 56%.









PERAGA 7-3
Kertas Kerja Konsolidasi
PT. India dan Entitas Anak PT. Armenia
31/12/2013
                                                                                                                                     Eliminasi             laporan
Keterangan (dalam rupiah)                 PT. India        PT. Armenia                D              C         konsolidasi

Laporan laba rugi                              
Penjualan                                 15.000.000              8.000.000                                                  23.000.000
Pendapatan dari PT. Armenia    419.125                                   419.125
HPP                                                    (6.000.000)      (3.750.000)                                         (9.750.000)
Rugi penilaian Investasi                          (41.250)                 (41.250)
Beban operasi                                          (7.555.000)   (3.550.000)            63.750                 (11.168.750)
Laba Kepentingan Nonpengendali                                                                             190.875 (190.875)
Pendapatan Pra akuisisi                                                                                              26.250                  (26.250) 
Laba Bersih                                             1.822.875      700.000                                                             1.822.875                    Laba Ditahan 1/1/2013                5.745.0003.600.000                3.600.000                                5.745.000
Deviden                                            (800.000)      (200.000)                                200.000     (800.000)
Laba ditahan 31/12/2013                         6767.875 4.100.000                                                6767.875
Neraca                                                    
Kas                                                            850.000          600.000                                                          1.450.000
Piutang usaha                                          1.000.000      1.800.000                                                          2.800.000
Persediaan                                               3.205.000      3.100.000                                                          6.305.000
Investasi Saham PT. Armenia                 8.582.875                                                279.125                  
8.303.750
Goodwill                                                                                                 225.000         63.750                161.250 
Bangunan                                                8.200.000      5.600.000                                          13.800.000
Tanah                                                      6.000.000      4.000.000                          10.000.000
                Total Aktiva                       27.837.875        15.100.000                                                 34.516.250

Utang usaha                                            1.000.000        600.000                                                    1.600.000
Utang jangka panjang                              5.070.000      2.400.000                                          7.470.000
Modal saham                                     15.000.000       8.000.000             8.000.000                    15.000.000
Laba ditahan                                            6.767.875      4.100.000                                          6.767.875
Kepentingan nonpengendali                                                                                          130.875     3.678.375

Total Pasiva/kewajiban                         27.837.875            15.100.00      12.525.000   12.525     34.516.250


Pendapatan investasi PT.India tahun 2014 dihitung dengan persentase kepemilikan 56% sebagai berikut :

            Laba entitas anak  (56% x 600 jt)                    Rp. 336.000.000                     
            Penurunan nilai goodwill                                 Rp.  (34.300.000)
            Laba kepentingan non pengendali                   Rp.  301.700.000





Sedangkan nilai investasi pada  akhir tahun 2014 menjadi sebagai berikut:
            Investasi                                                          Rp. 8.582.875.000
            Pelepasan                                                              (1.716.575.000)                             
            Investasi 1/1/2014 setelah pelepasan               Rp. 6.866.300.000
            Pendapatan investasi                                                  301.700.000
            Dividen   (56% x 200 jt)                                           (112.000.000)                
            Investasi 31/12/2014                                       Rp. 7.056.000.000                              

Kertas kerja konsolidasi PT. India dan PT. Armenia disajikan dalam peraga 7-4 jurnal eliminasi dalam kertas kerja konsolidasi tersebut dijelaskan sebagai berikut :
1.  Pendapatan  dari entitas anak dan deviden entitas anak
            Pendapatan dari PT.Armenia                          Rp. 301.700.000
                        Dividen                                                           Rp. 112.000.000
                        Investasi dalam PT. Armenia                          Rp. 189.700.000

2.  Alokasi laba kepentingan non pengendali
            Laba entitas anak                                             Rp. 264.000.000
            Penurunan nilai goodwill                                        (26.950.000)
            Laba kepentingan non pengendali                   Rp. 237.050.000

Laba kepntingan nonpengendali                           Rp. 237.050.000
                        Deviden                                                          Rp.   88.000.000
                        Kepentingan nonpengendali                           Rp. 149.050.000






3.  eliminasi saldo awal
            Modal saham                                                   Rp. 8.000.000.000
            Laba ditahan                                                          4.100.000.000
            Goodwil                                                                    161.250.000                                          Investasi dalam PT. Armenia                                   Rp.6.866.300.000
                        Kepentingan nonpengendali                                       5.394.950.000

4.  penurunan nilai goodwill                                      
            Beban operasi                          Rp. 61.250.000
                        Goodwil                                              Rp. 61.250.000



PERAGA 7-4
Kertas Kerja Konsolidasi
PT. India dan Entitas Anak PT. Armenia
31/12/2014 – Divestasi Awal Tahun
                                                Eliminasi                                                                 laporan
Keterangan (dalam rupiah)                 PT. India        PT. Armenia                D              C          konsolidasi

Laporan laba rugi                              
Penjualan                                      14.500.000                        7.000.000                 21.500.000
Pendapatan dari PT. Armenia       301.700                                                                                              301.700
HPP                                                        (6.250.000)             (3.500.000)                             (9.750.000)
Untung Penjualan                                           33.425                                                                              33.425
Beban operasi                                          (7.250.000)             (2.900.000)        612750                     (10.211.250)
Laba Kepentingan Nonpengendali                                                           190.875           (190.875)
Laba Bersih                                             1.335.125                    600.000                                               1.335.125                    Laba Ditahan 1/1/2014                6.767.875                4.100.000       4.100.000                        6.767.875
Deviden                                                (1.000.000)              (200.000)200.000 (1.000.000)
Laba ditahan 31/12/2014                         7.103.000                 4.500.000                                              7.103.000
Neraca                                                    
Kas                                                            917.000                 600.000                                                   1.517.000
Piutang usaha                                          1.000.000                1.800.000                                                2.800.000
Persediaan                                               4.000.000                3.100.000                                                7.100.000
Investasi Saham PT. Armenia                 7.056.000                                                189.700
                                                                                                                                 6.866.300
Goodwill                                                                                 161.250         61.250        100.000 
Bangunan                                                8.200.000                5.600.000                                13.800.000
Tanah                                                      6.000.000                4.000.000                                10.000.000
                Total Aktiva                        27.173.000           15.100.000                                                 35.317.000





Utang usaha                                            1.000.000                600.000                                                   1.600.000
Utang jangka panjang                              4.070.000            2.000.000                                                    6.070.000
Modal saham                                        15.000.000            8.000.000     8.000.000                    15.000.000
Laba ditahan                                            7.103.000            4.500.000                                                    7.103.000
Kepentingan nonpengendali                                                                                    14.050                    5.544.000

Total Pasiva/kewajiban                       27. 173.000         15.100.00             12.250.000 12.861.250    35.317.000




Jumat, 07 April 2017

Jenis - jenis Bipolar ada 5

Gangguan bipolar dapat dimulai episode mood depresi atau mania. Namun, sekitar dua pertiga dari kasus gangguan bipolar, dimulai dengan episode mania. Sama seperti episode mood, gangguan bipolar juga memiliki banyak jenis.
Berikut beberapa jenis gangguan bipolar yang perlu Anda ketahui.
Image result for bipolar
1. Bipolar I
Gangguan ini melibatkan episode suasana hati yang parah, dari mania ke depresi berat. Episode mania bisa menyebabkan pasien mengalami delusional. Kondisi ini berlangsung -sebagian besar- hampir setiap hari, selama satu minggu, atau lebih.
2. Bipolar II
Merupakan bentuk ringan dari elevasi mood yang melibatkan episode hipomania ringan yang bergantian dengan episode mania sedang. Pasien dalam kondisi ini masih bisa berfungsi dengan baik dan meningkatkan produktivitasnya. Namun jika tidak segera diatasi (dengan pengobatan yang tepat), episode mania sedang bisa semakin parah menjadi depresi berat.
3. Cyclothymic
Digambarkan sebagai episode hipomania dan episode depresi dengan periode singkat (tidak tahan lama).
4. Campuran
Adalah periode yang secara bersamaan melibatkan gejala penuh dari episode mania dan depresi. Ini ditandai dengan perasaan "megah" dengan pikiran berlomba. Pada saat yang sama, pasien menjadi mudah marah, murung, dan merasa buruk.
5. Rapid-Cycling
Ditandai oleh empat atau lebih episode mood (depresi, mania, hipomania, dan campuran) yang terjadi dalam jangka waktu 12 bulan. Perubahan suasana hati pasien berubah sangat cepat dalam tingkatan yang berbeda (rendah-tinggi dan sebaliknya).
Pada beberapa individu, kondisi ini ditandai dengan iritabilitas yang parah, kemarahan, impulsif, dan ledakan tak terkendali. Beberapa pasien juga mengalami episode mania-depresi dalam satu hari.

Kamis, 06 April 2017

Jenis Material Dalam Pembuatan Kapal Ikan


Material yang dipakai dalam pembuatan kapal ikan antara lain : kayu, baja, serat plastik (fibre glass), semen beton (ferrocement), plat alluminium alloy) dan kayu laminasi.
1.      K a y u.
Pemanfaatan kayu untuk membuat kapa! sudah lama dikenal antara lain : jati, kulim, merbau dan tain-lain (dapat dilihat pada lampiran). Persyaratan kayu yang dipakai untuk membuat kapal antara lain :
·         Tahan terhadap serangan hama/serangga.
·         Pengaruh suhu dan kelembaban udara harus sekecil mungkin.
·         Serabut kayu harus padat, dapat dilengkungkan dan tidak terlalu getas (tidak mudah patah).
·         Tahan terhadap suhu sampai 110° C.
·         Berat jenis maksimal 0,85.
·Kayu harus dalam keadaan lurus dengan panjang sekurang-kurangnya 6 meter dan berdiameter 40 cm.
Image result for kapal ikan kayu
 Karena persyaratan-persyaratan suiit dipenuhi kecuali kayu jati, maka alternatif lain sebagai berikut:
·         Kelas awet I - III
·         Dibawah persyaratan tersebut, kayu hanya diperbolehkan untuk pembuatan perahu kecil (kano). 

2.      Serat Ptastik/Fibre Glass.
Komponen utama kumpulan fibre glass yang dipergunakan untuk pembuatan kapal adalah :
·         Resin merupakan cairan yang berfungsi sebagai bahan perekat (persenyawaan) dan pelarut lembaran mat (serat plastik).
·         Acelerator merupakan cairan yang dicampur dengan cairan resin sebagai bahan pengeras.
·         Catalist merupakan katalisator pembeku.
·         Serat Mat merupakan lembaran serat plastik (Fibre Glass Reinforced Plastik) yang akan larut atau bersenyawa dengan larutan resin.
Image result for kapal fiberKekuatan material ini relatip lebih rendah daripada baja, sehingga tidak dapat digunakan untuk bahan konstruksi pembuatan kapal yang berukuran besar.
Fibre glass sebagai bahan konstruksi kapal mempunyai sifat yang ringan daripada material lainnya. Disamping itu, bila dibuat dalam jumlah banyak maka biaya pembuatannya akan lebih murah.
3.      Kombinasi Kayu dan Serat Plastik.
Image result for kapal kayu
Yang dimaksud dengan kombinasi disini adalah pelapisan lambung kayu dengan serat plastik. Penggunaan bahan ini selain sebagai pelapis juga sebagai pelindung kayu. Dengan dilapisinya kayu ini maka keuntungan yang diperoleh adalah :
·         Kayu akan lebih awet.
·         Proses pelapukan atau pembusukan kayu akan berkurang.
·         Sifat muai-susut dari kayu akan berkurang.
·         Kayu tidak mudah terbakar.
4.      B a j a.
Penggunaan baja untuk konstruksi kapal yang panjangnya kurang dari 20 meter adalah kurang efisien. Bagi kapal ikan yang mempunyai displacement lebih besar atau panjangnya lebih dari 20 meter, maka keperluan tangki semakin besar dan memerlukan peralatan yang semakin rumit.
Demikian juga pemanfaatan ruangan kapal dapat secara maksimal untuk menyimpan ikan hasi! tangkapan, bahan-bahan perbekalan dan eksploitasi (air tawar, solar, dan barang-barang lainnya), sehingga penggunaan baja sebagai bahan konstruksi kapal ikan akan lebih efisien jika dibandingkan dengan kayu.
Semakin benambah ukuran kapal maka penggunaan baja sebagai material akan semakin baik, bahkan unluk kapal berukuran besar pemakaian baja untuk konstruksi tubuh kapal menjadi lebih ringan jika dibandingkan dengan kayu.
Segi lain yang menguntungkan dari pemakaian baja ini adalah dapat digunakan untuk segala macam bentuk kapa! sehingga pembuatan bentuk yang sulit dapat diatasi dan pembangunannya mudah dilakukan serta dapat menyalurkan getaran (bagi kapal-kapal yang besar).
5.      Semen Beton.
Bahan dasar dari pembuatan kapal adalah :
·         Semen.
·         Pasir murni yang sudah dicuci bersih atau pasir silikon.
·         Pipa, besi beton dan anyaman kawat.
·         Air yang terbebas dari garam.
Konstruksi bangunan kapal dengan menggunakan semen beton mahai biayanya atau kurang ekonomis, kecuaii bila dibangun di daerah yang ongkos buruhnya murah.
Membangun kapal dengan semen beton diperlukan tenaga yang cekatan dan ahli, dan diperlukan perencanaan yang matang. Penggunaan semen beton sebagai bahan konstruksi kapal hanya terbatas untuk kapal ikan yang berukuran kecil. Bahan ini kurang baik dalam menerima getaran.
6.      Bahan kayu laminasi
Terbuat dari beberapa lapisan kayu baik untuk konstruksi melintang maupun memanjang, dan untuk kepentingan ini di pasaran telah tersedia kayu lapis kelautan (marine plywood). Konstruksi balokpun dapat dibuat dari beberapa lapisan kayu yang dirangkap dengan menggunakan lem khusus.
Secara umum, kapal yang terbuat dari bahan baik semen beton, fibre glass maupun bahan aluminium, pemeliharaannya lebih mudah daripada kayu dan baja.

Rabu, 05 April 2017

BIAYA PERNIKAHAN ADAT DI INDONESIA

Indonesia kaya akan tradisi budaya dan adat istiadat suku-sukunya. Salah satunya tradisi pernikahan. Nah, yang namanya prosesi pernikahan adat, kesakralannya memang sangat terasa.
Tapi, sudah menjadi rahasia umum bahwasanya pernikahan tradisional dibumbui dengan tradisi yang membutuhkan persiapan ekstra dan mendetail yang harus diikuti. Saking banyaknya, seringkali biaya pun membengkak.
Kira-kira berapa rata-rata budget pernikahan adat di Indonesia? Berikut ulasannya seperti dikutip dari Tunaiku:

Related image
1.Bugis-Makassar

Jika ingin menyunting gadis Bugis atau makassar, siap-siap merogoh kocek dalam-dalam. Karena, di adat Bugis, semakin tinggi pendidikan si gadis, semakin mahal panaik (mahar) yang harus dibayarkan.

Misalnya, dengan gelar S1 dipatok mahar sebesar Rp 100 juta. Untuk S2, bisa jadi mencapai Rp 200 juta. Dan itu baru untuk sesuatu yang dinamakan "uang panaik". Belum termasuk mahar, biaya resepsi dan seserahan lainnya.
2. Jawa

Prosesi pernikahan adat Jawa memang memiliki alur yang cukup panjang. Sehari sebelum acara, sang mempelai harus memulainya dengan pemasangan dekorasi yang memiliki makna tersendiri.
Pada saat upacara pun ada serangkaian prosesi yang harus diikuti, seperti siraman hingga kirab. Di total, ada sekitar 6 prosesi yang harus diikuti. Karena itulah prosesi pernikahan tradisional Jawa  bisa memakan dana sekitar Rp 60 juta hanya untuk semua rangkaian prosesinya.

3. Nias

Di Nias, terdapat istilah Bowo yaitu, mahar pernikahan yang harus dibayar untuk memboyong sang mempelai perempuan.
Standar mahar di Nias berupa hewan ternak babi sebanyak 25 ekor! Jika 1 ekor babi harganya sekitar Rp 1 juta, laki-laki Nias harus siap merogoh kocek lebih seenggaknya Rp 25 juta.

4. Sasak

Hingga kini, Suku Sasak masih mempertahankan tradisi pernikahan peninggalan leluhur yang unik. Jika pasangan tinggal sekampung maka maharnya cukup senilai Rp 500 ribu, sedangkan jika perempuannya dari desa lain bisa mencapai Rp 40-50 juta. Akan lebih mahal lagi  jika sang calon memiliki kasta yang lebih tinggi.
5. Karo

Faktor yang bikin bengkak pernikahan adat Karo yaitu, lamanya proses yang bisa sampai 3 hari 3 malam. Proses-proses ini meliputi persiapan kerja adat, hari pesta adat, dan terakhir, sesudah Pesta Adat. Secara keseluruhan bisa mencapai Rp 100 juta lebih.

Ciri-ciri Penderita Gangguan Bipolar


  1. Suka Murung
Suka murung merupakan salah satu ciri orang yang mengalami bipolar. Selain tanda dari bipolar, suka murung ini merupakan ciri ciri depresi. Memang bipolar merupakan efek dari depresi yang tidak segera diatasi sehingga gangguan kejiwaan bisa muncul. Oleh sebab  itu kita harus tahu apa saja yang menjadi ciri ciri depresi sehingga depresi bisa segera diatasi dan tidak berubah menjadi bipolar.
  1. Sedih Berlebihan
Ciri ciri bipolar lainnya adalah dia akan merasakan sedih yang berlebihan. Sedih yang berlebihan itu seperti dia menangis terus menerus bahkan bisa berjam-jam. Tidak jarang pula orang yang terkena bipolar ini suka mengurung diri di kamar. Di dalam kamar dirinya akan merenung bahkan tidak jarang menangis menjadi jadi.
  1. Mengamuk
Orang yang terkena bipolar sesekali bisa mengamuk terhadap orang yang ada di sekitarnya, tidak jarang kenangan kenangan buruknya semasa kecil sampai dengan dewasa melebur menjadi satu. Dia ingat betul siapa yang membuatnya merasa begitu buruk dan terjatuh. Ingatan ingatan buruknya tentang hal yang tidak menyenangkan membuatnya mudah sekali untuk mengamuk.
  1. Mudah Marah
Orang yang mengalami gejala bipolar akan mudah sekali marah. Sama halnya dengan orang stres dan depresi dia akan mudah sekali marah tepatnya hatinya sensitif. Orang yang hatinya sensitif semua hal akan terasa tidak mengenakkan dan tidak cocok di hatinya. Hal tersebutlah membuat orang yang terkena bipolar akan mudah sekali marah. Oleh sebab itu orang yang berdekatan dengan penderita bipolar sebaiknya menjaga perkataan dan berhati hati dalam bekomunikasi dengannya.
  1. Senang Berlebihan
Ciri ciri bipolar lainnya adalah dia sangat senang berlebihan. Orang yang terkena bipolar biasanya ketika dia merasa senang atau bisa meraih sesuatu yang dia inginkan, dia akan merasa senang berlebihan. Bahkan cara mengungkapkan kesenangannya dinilai teralu berlebihan atau lebay bagi orang kebanyakan. Hal itu disebabkan oleh perubahan syaraf yang ad di otak. Senang berlebihan meruapka ciri bipolar dalam fase naik.
  1. Bersemangat
Anda bisa mengetahui orang yang terkena bipolar di sangat terlihat dari tingkah lakunya atau gerak geriknya. Saat fase naik selain senang berlebihan, penderita bipolar akan merasa sangat bersemangat. Semangatnya terasa menggebu gebu terutama ketika dia memiliki keinginan yang ingin diraihnya.
  1. Enerjik
Fase mania membuat penderita bipolar memiliki emosi yang naik sehingga semangatnya terasa meletup letup. Semangatnya yang meletup letup membuat pendeirta bipolar akan merasa sangat enerjik untuk melakukan hal-hal yang ada di dalam pikirannya. Saat dia enerjik, energinya seperti tidak pernah habis untuk melakukan ini itu, padahal jika orang normal yang melakukannya tentu orang normal tersebut akan sangat merasakan kelelahan.
  1. Bicara dengan Cepat
Ciri bipolar lainnya dalam fase mania dia sering sekali bicara dengan cepat. Dia bisa berbicara banyak kata dalam beberapa detik. Orang lain memerlukan waktu yang lama untuk mencerna kalimat yang diuangkapkannya. Bicara dengan cepat yang diakukannya akibat sikapnya yang enerjik saat fase mania datang.
  1. Nafsu Seks Meningkat
Orang yang terkena bipolar saat fase mania dia akan memiliki nafsu seks yang meningkat. Meski tidak ditunjang dengan obat obatan tertentu, libido orang yang sedang dalam fase mania bipolar akan sangat bergairah dan memiliki nafsu yang meningkat. Oleh sebab itulah orang penderita bipolar akan mampu melakukan hubungan seks dalam waktu yang lama. Hal itu ditunjang dengan sifat enerjiknya yang datang saat fase mania.
  1. Memiliki Pikiran yang Berubah Ubah
Bipolar yang berhubungan dengan otak akan menyebabkan penderitanya memiliki pikiran yang berubah ubah misalnya saja adalah dia memiliki pendapat A, selang beberapa waktu kemudian dia memiliki pendapat B. Jalan pikirannya juga berubah ubah saat bipolarnya kambuh. Oleh sebab itu jalan pikiran orang yang terkena bipolar akan susah ditebak.
  1. Insomnia
Penderita bipolar akan kesulitan tidur dan dia terkena insomnia. Jam tidurnya berkurang drastis akibat semangatnya yang berlebih dan enerjiknya. Waktu tidurnya berkurang akibat dia senang melakukan aktivitas yang berlebihan sehingga tidur menjadi hal yang dipikirkan belakangan oleh penderita bipolar tersebut.
  1. Mengebut
Wujud enerjiknya dan semangatnya yang berlebihan membuat orang yang terkena bipolar suka mengebut ketika membawa kendaraan pribadi. Ketika bipolar kambuh, penderita bipolar dilarang untuk membawa kendaraan pribadi sebab bisa membahayakan dirinya sendiri dan juga membahayakan orang lain.
  1. Egois
Pada kasus bipolar dalam fase mania penderitanya akan sangat egois. Dia merasa dirinyalah yang paling benar, semua pendapatnya dan perilakunya dianggap sebagai sesuatu yang benar sebab egonya yang sangat tinggi. Jika ada orang yang menegurnya karena sikat, tutur kata dan lainnya dia tidak mau kalah dan akan mudah sekali tersinggung. Hatinya sangat sensitif sehingga jika ada hal sekecil apapun yang menyinggung perasannya dia akan marah dan mengamuk. Sifat egoisnya saat kambuh membuatnya sangat keras kepala.
  1. Terlalu Percaya Diri
Orang yang mengalami bipolar dirinya memiliki percaya diri yang berlebihan misalnya saja dia bangga akan kemampuan dirinya sendiri, dia menganggap bahwa dirinya itu adalah penting, menganggap dirinya dibutuhkan banyak orang dan masih banyak lagi lainnya.
  1. Sembrono
Sifat lainnya yang bisa menjadi ciri dari penderita bipolar berupa sifatnya yang sembrono. Dia bisa melakukan hal hal diluar nalar berupa menghabiskan tabungannya dalam sekejap, bersifat hal hal diluar nalar yang bisa merugikan orang lain bahkan merugikan dirinya sendiri. Dia juga suka melakukan hal hal yang dinilai gila oleh orang lain.
  1. Halusinasi
Orang yang mengalami halusinasi atau delusi tidak hanya terjadi pada orang yang sakau akibat narkoba, namun orang bipolar pada fase mania pun bisa mengalami halusinasi. Penderita bipolar suka berpikiran macam macam seolah olah apa yang dia pikirkan benr benar terjadi padahal hal tersebut hanya berasal dari pikiran buruknya semata. Halusinasi yang dia alami menambah buruk tigkah lakunya.
  1. Merasa Bersalah
Fase depresi pada orang yang mengalami bipolar akan ditandai dengan perasaan bersalah. Memang orang yang mengalami bipolar mudah sekali mengalami perubahan mood dan perubahan suasana hati secara tiba tiba. Penderita bipolar akan meraskan penyesala yang dalam dan juga berlarut larut.
  1. Pesimis
Jika dalam fase mania penderita bipolar akan bersemangat dan enerjik dalam melakukan berbagai macam aktivitas, saat fase depresi penderita bipolar akan pesimis dengan kemampuannya dan dia merasa tidak mampu melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain. Rasa semangat, enerjik dan terlalu percaya diri pada fase mania bisa berubah dengan tiba tiba berubah menjadi rasa pesimis.
  1. Selalu Timbul Keinginan Bunuh Diri
Orang yang mengalami bipolar akan selalu terbesit keinginannya untuk melakukan bunuh diri akibat depresi yang dirasakannya. Rasa pesimis, rasa bersalah dan berbagai macam perasaan yang muncul akibat fase depresi membuat penderita bipolar akan selalu ti mbul keinginan bunuh diri. Selain timbul keinginan untuk bunuh diri, orang yang mengalami bipolar akan berusaha untuk menyakiti diri sendiri misalnya melukai tubuhnya dengan benda tajam, membenturkan kepala ke tembok dan masih banyak lagi lainnya.
  1. Sulit Konsentrasi
Saat depresi orang yang mengalami bipolar akan kesulitan dalam berkonsentrasi. Orang yang terkena bipolar terlalu banyak hal yang dipikirkannya sehingga dia sulit untuk konsentrasi dalam satu hal. Pikirannya saat fase depresi akan terpecah belah sehingga dia sulit mengfokuskan diri dalam satu hal.
  1. Penurunan Produktivitas
Gangguan bipolar yang dialami akan membuat orang yang terkena bipolar mengalami penurunan kualitas hidup dan juga produktivitasnya. Jika dalam fase mania mungkin penderita bipolar masih bisa menjalakan produktivitasnya dan aktivitasnya, namun jika penderita bipolar dalam fase depresi penderita akan sulit sekali dikenali dan sulit diarahkan sehingga produktivitasnya menjadi semakin menurun.
  1. Hubungan dengan Orang Terdekat Tidak Harmonis
Akibat ulah dan perilaku yang ditimbulkannya, hubungan penderita bipolar dengan orang orang yang ada di dekatnya menjadi tidak harmonis. Penderita bipolar akan selalu berulah di dalam rumah maupun diluar rumah.
  1. Malas Bersosialisasi
Orang yang mengalami bipolar akan menarik diri dari kehidupan sosial. Penderita bipolar sangat asyik dengan kehidupannya sendiri. Dia tidak suka di tengah kerumunan banyak orang dan dia tidak suka bergaul dengan orang banyak atau masyarakat luas. Orang yang mengalami bipolar juga merasa pesimis atau berpikiran negatif terhadap orang orang yang ada di sekitarnya. Dia banyak menaruh curiga terhadap orang yang di sekelilingnya.

Pengobatan

Pengobatan bipolar memakan waktu yang lama, meski sudah terlepas dari pengobatan orang yang menderita bipolar biasanya akan diaasi oleh dokter. Dokter akan mengawasi gerak gerik penderita bipolar tersebut aakah dirinya sudah benar benar sembuh atau masih memiliki penyimpangan perilaku. Pengawasan yang dilakukan oleh dokter ini bertujuan agar penderita bipolar bisa hidup dengan normal tanpa harus melalui berbagai macam fase seperti fase mania dan juga fase depresi. Pengobatan yang tepat bisa membuat penderita bipolar bisa hidup dengan normal kembali tanpa harus mengalami perubahan fase. Berikut ini adalah pengobatan yang bisa dilakukan untk mengatasi dan mengobati penderita bipolar :
  1. Terapi
Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan terapi. Terapi ini biasanya berhubungan dengan psikologis. Pasien bipolar akan dikenalkan dengan berbagai macam maslaha kejiwaan yang dia alami. Pasien bipolar juga akan diperkenalkan dengan berbagai macam hal yang bisa menjadi pemicu perubahan fase baik perubahan pikiran pasien dan perbahan perilaku pasien. Mengubah mindset akan diajarkan saat terapi. Terapis akan mengajarkan bagaimana caranya mampu mengubah pikiran negatif menjadi pikiran yang positif. Tidak hanya itu saj, terapis juga akan mengajarkan bagaimana caranya menerapkan pola makan, pola tidur dan juga berolahraga.
  1. Obat
Cara kedua yang bisa digunakan untuk mengobati bipolar adalah dengan obat. Tentu saja penderita bipolar tidak bisa lepas dengan obat obatan. Jenis obat obatan yang akan diberikan penderita bipolar adalah sebagai berikut ini :
  • Antikonvulsan.
  • Lithium.
  • Antidepresan.
  • Antipsikotik. 
Itulah ciri ciri bipolar yang harus diwaspadai. Jika anda menemukan orang yang ada di sekitar anda mengalami ciri ciri tersebut segeralah bawa ke pihak medis agar mendapatkan penanganan dan perawatan.

Gangguan Bipolar Manik Depresif

Gangguan Bipolar (juga dikenal sebagai ganguan manik depresif) adalah "suatu kondisi yang dicirikan oleh episode depresi yang diselingi dengan periode manakala suasana hati dan energi sangat meningkat. begitu meningkatnya hingga melampaui batas normal suasana hati yang baik". Fase peningkatan ini disebut mania. Gejalanya mungkin mencakup berpikir dengan sangat cepat. Cerewet, dan penurunan kebutuhan untuk tidur. Bahkan, sipenderita dapat terjaga selama berhari-hri tanpa tidur, tetapi tidak menunjukan tanda-tanda kehabisan energi. Gejala lain dari gangguan bipolar adalah perilaku yang sangat impulsif tanpa memikirkan konsekwensi.
Bipolar Disorder penyakit yang merupakan hasil dari ketidakseimbangan kimia dalam otak, yang dapat menyebabkan fluktuasi ekstrem suasana hati dari "high" mania (peningkatan suasana hati yang diatas rata2 karakter bagi individu) ke "deepdown" depresi (suasana hati terus-menerus rendah ).

Semua orang pengalaman kebahagiaan dan kesedihan, namun orang-orang yang hidup dengan Bipolar Disorder merasakan perubahan mood ini pada tingkat yang berlebihan. Perubahan tersebut sering disebut sebagai siklus atau episode.
Image result for air dan api
Gangguan Bipolar—Selalu berubah-ubah 
"Kestabilan adalah tempat bertamu penderita bipolar. Tak seorang pun dari kami yang benar-benar tinggal disitu."—Gloria

DEPRESI KLINIS memang penuh tantangan. Namun, sewaktu ditambah lagi dengan mania, hasilnya disebut gangguan bipolar. "Satu-satunya hal yang konsisten tentang gangguan bipolar adalah bahwa itu tidak pernah konsisten." kata seorang penderita bernama Lucia. Selama mania, kata The Harvard Mental Health Letter, pasien bipolar "dapat sangat suka ikut campur dan mendominasi. Dan euporia mereka yang sembarangan dan tidak bisa diam bisa tiba-tiba berubah menjadi kekesalan atau kemarahan".

Lenore mengingat pengalamanya sewaktu dilanda mania. "Saya memiliki energi yang meluap-luap," katanya. "Banyak orang menjuluki saya wanita super. Orang bilang, 'Seandainya saya bisa seperti kamu'. Saya sering merasa sangat kuat, seolah-olah saya dapat melakukan apa saja. Saya melakukan kegiatan harian dan hanya sedikit tidur—dua atau tiga jam semalam. Namun saya bangun dengan tingkat energi yang sama tingginya."

Tetapi, pada waktunya, awan hitam mulai merundung Lenore. "Di puncak euporia saya," katanya, "saya merasakan gejolak jatuh di dalam diri saya, bagaikan mesin yang tidak bisa dimatikan. Tiba-tiba suasana hati saya yang menyenangkan menjadi agresif dan destruktif. Saya melancarkan serangan verbal terhadap seorang anggota keluarga tanpa alasan. Saya marah, benci, dan benar-benar tak terkendali. Setelah memperlihatkan perilaku yang menakutkan ini, saya tiba-tiba merasa lelah, ingin menangis dan sangat depresi. Di pihak lain, saya bisa berubah lagi ke diri saya yang sangat ceria itu, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Perilaku yang tidak karuan akibat gangguan bipolar ini merupakan sumber kebingungan bagi para anggota keluarga. Mary, yang suaminya menderita gangguan bipolar, menyatakan, "Bingung rasanya melihat suami saya yang bahagia dan senang bicara kemudian tiba-tiba menjadi putus asa dan pendiam. Kami benar-benar berjuang untuk menerima fakta bahwa ia tidak sanggup mengendalikan hal ini.

Ironisnya, gangguan bipolar sering kali sama menyusahkanya—bagi sang penderita. "Saya iri pada orang-orang yang punya keseimbangan dan kestabilan dalam kehidupan mereka," kata seorang pasien bipolar bernama Gloria. "Kestabilan adalah tempat bertamu penderita bipolar. Tak seorang pun dari kami yang benar-benar tinggal disitu."

Apa penyebab gangguan bipolar?
Salah satunya adalah faktor genetis—yang lebih kuat dari pada faktor depresi. "Menurut beberapa kajian ilmiah," kata Ikatan Dokter Amerika, "anggota keluarga dekat—orang tua, kakak, adik, atau anak-anak—dari penderita depresi bipolar lebih cenderung mengalami penyakit ini 8 hingga 18 kali daripada anggota keluarga dekat dari orang yang sehat. Selain itu, memiliki seorang anggota keluarga dekat yang menderita depresi bipolar dapat membuat Anda lebih rentan terkena depresi mayor."

Kontras dengan depresi, gangguan bipolar tampaknya menyerang pria dan wanita dalam jumlah yang sama. Hal ini paling sering dimulai sewaktu seseorang baru menginjak dewasa, tetapi kasus-kasus gangguan bipolar telah didiagnosis pada remaja dan bahkan anak-anak. Meskipun demikian, menganalisis gejalanya dan menarik kesimpulan yang benar dapat sangat sulit bahkan bagi seorang pakar medis. "Gangguan bipolar adalah bunglonnya gangguan kejiwaan, mengubah tampilan gejalanya dari satu pasien ke pasien lain, dan dari satu episode ke episode lain bahkan pada pasien yang sama," tulis dr. Francis Mark Mondimore dari Fakultas Kedokteran di Jhons Hopkins University.

"Ia bagaikan siluman yang dapat menyelinap mendatangi korbanya dengan berjubahkan gelapnya kesedihan tetapi kemudian menghilang selama bertahun-tahun—lantas datang kembali dengan berjubahkan mania yang terang-benderang tetapi berapi-api."

Jelaslah, gangguan afektif sulit didiagnosis dan bahkan dapat lebih sulit lagi bagi penderitanya. Tetapi ada harapan bagi para penderita.

Pikiran yang Tersiksa 
Di seluruh dunia, depresi dan gangguan bipolar menyerang jutaan pria dan wanita. Bagaimana mereka dapat dibantu?

Nicole telah mengalami periode-periode suasana hati yang suram sejak ia berusia 14 tahun. Tetapi, pada usia 16 tahun, ia mulai mengalami sesuatu yang baru—keadaan euforia yang mengejutkan dan energi yang luar biasa tinggi. Gagasan yang berseliweran menyerbu benaknya, ucapan yang terbata-bata, dan kekurangan tidur disertai kecurigaan tak berdasar bahwa teman-temannya sedang memanfaatkan dia. Lantas, Nicole menyatakan bahwa ia dapat mengubah warna benda-banda sesuai dengan keinginnanya. Pada saat itulah, ibu Nicole sadar bahwa bantuan medis dibutuhkan, maka ia membawa Nicole ke rumah sakit. Setelah dengan cermat memonitor suasana hati Nicole yang berubah-ubah, para dokter akhirnya mencapai sebuah diagnosis: Nicole mengidap gangguan bipolar.#

Seperti Nicole, jutaan orang di seluruh dunia menderita gangguan afektif—apakah gangguan bipolar atau suatu bentuk depresi klinis. Dampak penyakit-penyakit ini dapat menghancurkan. "Selama bertahun-tahun saya sangat menderita," kata seorang pasien bipolar bernama steven. "Saya mengalami depresi yang mengerikan dan kemudian euforia yang berlebihan. Terapi dan pengobatan membantu, tetapi saya masih harus berjuang keras."

Apa penyebab gangguan afektif? Seperti apa rasanya diserang depresi atau gangguan bipolar? Bagaimana para penderita—dan orang-orang yang merawat mereka—dapat menerima dukungan yang dibutuhkan?

Dalam tahun-tahun belakangan ini, gangguan bipolar telah mendapat lebih banyak perhatian publik. Gejala penyakit ini mencakup perubahan suasana hati yang parah, yang bolak-balik antara depresi dan mania.## "Selama fase depresi," kata sebuah buku yang baru diterbitkan oleh Ikatan Dokter Amerika, "Anda mungkin dihantui oleh gagasan untuk bunuh diri. Selama fase mania penyakit Anda, penilaian Anda yang baik mungkin lenyap dan Anda mungkin tidak bisa melihat bahayanya tindakan Anda."

sumber :kotasehat.blogspot.com

Selasa, 28 Februari 2017

Bagaimana Akuntansi menilai Pemain Sepakbola Sebagai Aset ?


Siapa yang tak mengenal olahraga paling mentereng sejagat ini. Yang kompetisinya selalu membawa atmosfer dan gengsi yang  tinggi, mulai dari setingkat sepakbola antar kampung (TarKam) sampai ke kasta tertinggi semacam piala dunia. Yang disukai dari bocah tahunan hingga bapak - bapak paruh baya, Ya sepakbola . Olahraga paling populer di dunia . Oleh karena kepopulerannya banyak berdiri klub - klub sepakbola mulai dari amatiran sampai klub - klub sepakbola profesional.
Di zaman modern seperti ini, orang-orang yang ada di dalam klub adalah orang-orang yang sadar akan nilai lebih sepakbola sebagai industri. Apalagi sebagaian besar klub sepakbola tingkat dunia adalah korporasi yang dimiliki oleh sebagian besar publik.Mereka sadar kalau setiap klub sepakbola (profesional) punya nilai jual.
Apapun harus dilakukan untuk menjaga bahkan meningkatkan nilai tersebut. Target juara di setiap kompetisi pada akhirnya tidak hanya berbicara soal penambahan trofi dan gelar. Menjadi juara berarti berhasil meningkatkan nama besar klub, menarik sponsor, meningkatkan nilai hak siar dan menerima penghasilan tambahan berupa uang hadiah. Serta patut diketahui bahwa penghasilan paling besar sebuah klub sepakbola berasal dari penjualan tiket pertandingan. Semakin populer timnya maka akan semakin menarik penonton yang masiv di setiap pertandingannya. Kepopuleran ini dapat di dapatkan melalui prestasi yang ciamik di setiap musimnya.

Kesadaran akan kebutuhan berprestasi itulah yang mendorong setiap klub membentuk tim yang hebat dengan memiliki pemain-pemain dengan kualitas mumpuni. Semakin hebat pemain yang dimiliki, maka semakin besar pula kemungkinan menjadi juara di sejumlah kompetisi selain tentunya kejeniusan sang pelatih dalam "meracik jamu" di lapangan hijau.
Seperti terdapat simbiosis mutualisme dalam klub sepakbola profesional, klub yang besar akan mengangkat nama pemainnya sedangkan pemain yang populer di sisi lain akan mengangkat nama tim yang di belanya.seperti bila Barcelona membeli pesepakbola dari Indonesia siapapun itu namanya akan melejit bagai roket, di sisi lain pun jika Timnas Garuda menaturalisasi pemain sekelas Cristiano Ronaldo  atau van persie nama timnas garuda tidak akan dipandang sebelah mata.

Klub besar membutuhkan pemain besar dan pemain besar membutuhkan biaya yang besar pula. Dalam dunia sepakbola, pemain bola adalah aset yang dapat diperjual belikan klub baik itu dengan kas atau dengan cara barter dan berbagai kesepakatannya atau sama sekali gratis (free transfer).

Menurut Financial Accounting Standards Boards (FSAB), aktiva adalah manfaat ekonomis masa datang yang cukup pasti yang diperoleh atau dikuasai bahkan dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu. Menurut The International Accounting Standard (IASC), aset dapat diartikan sebagai sumber daya yang dikuasai oleh suatu perusahaan sebagai hasil dari kejadian masa lalu dan dari mana keuntungan masa depan yang diharapkan berasal untuk jalannya suatu perusahaan.

Sementara jika mengacu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), aset tak berwujud adalah aktiva nonmoneter yang bisa diidentifikasi, tidak memiliki wujud fisik secara nyata serta dimiliki guna menghasilkan maupun menyerahkan barang dan jasa, disewakan ataupun hanya bertujuan administrasi.

Dalam praktiknya, PSAK memberikan kriteria tersendiri terkait pengakuan aktiva tak berwujud, yaitu: 1) Aktiva tersebut dapat diidentifikasi. Implikasinya, aktiva tersebut memiliki manfaat ekonomis yang dapat dijual, disewakan atau dipertukarkan secara terpisah. 2) Perusahaan memiliki kendali atas aktiva tersebut 3) Di masa mendatang, perusahaan akan memperoleh manfaat atas kepemilikan aktiva tersebut 4) Harga perolehan aktiva tak berwujud dapat dihitung secara andal.

Walaupun pada awalnya PSAK sebagai pedoman dalam melalukan praktik akuntansi di Indonesia masih belum bisa memantapkan pengakuan human capital, namun beruntung karena sejak tahun 2012 penerapan PSAK di Indonesia mulai berkiblat pada penerapan International Financial Accounting Standards (IFRS). IFRS sebagai standar akuntansi yang dikelarkan oleh International Accounting Standard Board memang memberikan perhatian terhadap pengakuan human capital sebagai aset.

Lantas, terkait pengakuan pesepakbola sebagai aset tak berwujud, ada baiknya melihat kembali apakah pesepakbola memenuhi kriteria untuk diakui sebagai aset tak berwujud tersebut.

Dapat dipastikan bahwa tujuan klub membeli dan memiliki pemain sepakbola adalah untuk menghasilkan bahkan meningkatkan keuntungan ekonomis di masa depan. Semua yang berhubungan dengan industri sepakbola adalah upaya untuk menghasilkan gelontoran uang lewat pertandingan sepakbola. Mereka, para pengelola klub, adalah orang-orang yang menggunakan romantisme dan fanatisme suporter untuk meningkatkan keuntungan klub sebagai perusahaan.

Keuntungan ekonomis yang bisa dijanjikan oleh pemain sepakbola terhadap klub yang meminangnya adalah kontribusinya dalam pertandingan yang tentu saja dapat mengantarkan klub kepada kesuksesan demi kesuksesan. Mungkin pengakuan pemain sebagai aset tak berwujud terkesan ambigu karena pemain adalah sesuatu yang memiliki fisik. Ia bisa dilihat dan disentuh, ia tidak serupa pengetahuan atau ide yang tidak memiliki wujud semacam brand ataupu goodwill. Namun yang perlu dipahami adalah  yang diperjual belikan bukanlah pemain tersebut; melainkan keterampilan dan satu-dua hal yang mengikuti; seperti nama besar.

Keterampilan seorang pesepakbola adalah aset yang vital bagi perusahaan berwujud klub sepakbola. Pemain dengan keterampilan dan kemampuan bersepakbola yang hebat dapat membuat kesebelasan semakin kokoh. Kesebelasan yang demikian adalah kesebelasan yang menguntungkan. Kemenangan demi kemenangan akan mendorong para pendukung semakin loyal terhadap klub yang digilainya. Akibatnya, keuangan klub semakin gemuk lewat penjualan tiket-tiket pertandingan, hak siar ataupun merchandise.

Layaknya perusahaan lain yang memiliki kendali atas kepemilikan aset mereka, klub sepakbola juga memiliki kendali yang sama atas pemain. Kendali ini tentunya didapat dari kontrak yang telah disepakati antara klub dan pemain.Dalam kontrak seharusnya dijelaskan apa-apa saja yang menjadi hak dan kewajiban bagi keduanya. Mengingat keduanya terikat kontrak, maka segala aktivitas persepakbolaannya juga tidak boleh sampai melanggar klausal-klausal yang ada dalam kontrak. Kendali klub terhadap pemain juga mencakup kapan klub bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual pemain. Jika klub menganggap kalau kepemilikan seorang pemain masih menguntungkan, kontrak tentunya bisa diperpanjang.

Yang terakhir adalah harga perolehan aktiva dapat diukur secara andal. Nilai perolehan seorang pemain tentunya dinilai dari nilai transfer yang disepakati antara klub dan pemain. Penentuan harga perolehan pemain sering menimbulkan situasi rancu.Akan muncul pertanyaan tentang historical cost untuk pemain yang berstatus free transfer atau didapatkan secara barter, adakah aset bernilai negatif dikemudian hari karena diamortisasi tanpa nilai yang mengurang?Ternyata tidak demikian, pertanyaan ini terjawab oleh konsep nilai wajar aktiva atau harga aktiva jika dijual saat ini.Sedangkan  untuk harga perolehan pemain-pemain yang berasal dari akademi sepakbola, sewajarnya dihitung dengan menggunakan metode historical cost.

Historical cost sendiri adalah penyajian data laporan keuangan berdasarkan terjadinya transaksi, mengacu pada harga-harga yang terjadi pada masa lampau. Bahasa sederhananya, jika pemain berasal dari akademi maka penentuan nilai perolehan juga harus memperhitungkan biaya-biaya yang telah dikeluarkan selama masa pembinaan atau pengembangan di masa lampau - juga biasa disebut sebagai penetapan amortisasi.

Dengan argumen-argumen di atas maka jelaslah bahwa untuk industri sepakbola, seorang pemain dapat dikapitalisasi dan diakui sebagai aset tak berwujud. Selanjutnya, yang perlu dipikirkan adalah seperti apa perlakuan akuntansi aset tak berwujud ini - yang tentu saja harus sesuai dengan prinsip dan standar akuntansi di setiap negara. Misalnya bagaimana cara mengkapitalisasinya, berapa nilai kapitalisasi ataupun seperti apa pelaporan aset tak berwujud ini.

Yang jelas, metode apapun yang digunakan dalam menentukan nilai kapitalisasi pemain, yang harus dipastikan adalah metode yang digunakan benar-benar bisa mengefektifkan biaya dan memastikan bahwa penilaian tidak menyesatkan. Nilainya aktual, tidak dilebih-lebihkan atau dikecil-kecilkan.Seperti misal harga transfer seorang Cristiano Ronaldo dari sporting lisbon ke manchaster united bandingkan dengan harga transfer setelah ia dijual ke real madrid yang menjadi nilai transfer pemain termahal kala itu. Atau coba bayangkan perbandingan biaya yang dikeluarkan barcelona saat pertama kali merekrut seorang lionel messi dan bandingkan dengan harga jual "jika" dia dijual ke klub lain. Artinya belum ada metode amortisasi yang cukup valid untuk mengukur keberadaan aset pemain dalam klub/tim/perusahaan secara pasti karena nilai seorang pemain dapat berubah drastis sewaktu - waktu.

Namun di atas segalanya, klub sepakbola sebagai perusahaan adalah industri yang bergantung sepenuhnya kepada keberadaan pemain.